Belum hilang rasa terkejut aku karena suara hujan yang sempat membangunkan aku dari tidur yang tidak begitu panjang, tiba-tiba aku dikejutkan lagi oleh aksi teman aku yang sedang bersih-bersih ruangan, “Pak Harto Meninggal!”. “Hah, kapan?” “Jam satu tadi!” Seperti shock aku mendengarnya, orang yang pernah menghiasi lembaran pecahan uang lima puluh ribuan dengan caption Bapak Pembangunan itu telah meninggal. Aku terkejut bukan karena aku mempunyai hubungan apa-apa dengan Pak Harto, apalagi ada hubungan saudara dengan mantan orang nomor satu tersebut, kalau aku saudaranya pasti nggak sekere ini dong.
Aku ikut berada dalam suasana orang meninggal tersebut, ramai sekali, bahkan aku juga ikut menguburkannya. Semua suasana itu juga tidak luput dari rekaman kamera alias para wartawan. Aku sendiri tidak tahu bagaimana kok aku tiba-tiba berada disitu. Aneh, orang yang meninggal dalam mimpiku tadi siang mirip seperti ciri-ciri Pak Harto, makanya aku terkejut begitu bangun tidur ada berita bahwa beliau telah meninggal. Padahal aku tidur di kamar paling belakang, jangankan televisi, suaranya aja gak masuk kesitu sama sekali.














January 27th, 2008 at 6:32 pm
Hubungan batin nih…
Jangan2 ketiban warisan nantinya
[Reply]
January 27th, 2008 at 7:46 pm
Kok baru saat ini ??
[Reply]
January 27th, 2008 at 9:28 pm
Selamat Jalan Pak…
[Reply]
January 30th, 2008 at 11:37 pm
wew_ met jalan pa’ semoga amal ibadah bapak diterima, seluruh kesalahan bapak diampuni,dan mendapat tempat di sisinya. untuk kasus hukumnya diwariskan aja ke takien selaku ahli warisnya… Hehehe…
[Reply]
February 1st, 2008 at 11:08 pm
senyum pak harto dah hilang……….
[Reply]
February 8th, 2008 at 6:18 pm
wahh lama ga komen di sini…
perkenalkan situs baru saya …
http://www.get-reviewed.com
dijamin situskamu bakal masuk antrian direview he he he
[Reply]